ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oriza Sativa L) PENGGUNA PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI NAGARI SUNGAI LANSEK
COMPARATIVE ANALYSIS OF INCOME OF LOWLAND RICE (ORYZA SATIVA L) FARMERS USING ORGANIC AND INORGANIC FERTILIZERS IN NAGARI SUNGAI LANSEK
DOI:
https://doi.org/10.24036/agrnes.v4i1.101Keywords:
Pupuk organik, Pupuk anorganik, Pendapatan petani, R/C Ratio, Efisiensi usahataniAbstract
Pupuk organik merupakan bagian dari sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dikaitkan dengan biaya produksi yang relatif rendah, sehingga lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan petani padi sawah (Oriza Sativa L) pengguna pupuk organik dan anorganik di Nagari Sungai Lansek, Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi komparatif sampel berpasangan (sebelum-sesudah). Responden berjumlah enam (6) orang petani yang dipilih melalui purposive sampling, yang diukur pada dua kondisi: saat mereka menggunakan pupuk anorganik (sebelum) dan saat mereka telah beralih ke pupuk organik (sesudah), dengan kriteria kesamaan musim tanam, luas lahan, dan varietas padi. Hasil analisis usahatani menunjukkan Total Penerimaan (TR) padi organik (Rp 45.375.000) lebih tinggi daripada anorganik (Rp 44.000.000), sementara Total Biaya (TC) organik (Rp 14.179.000) lebih rendah daripada anorganik (Rp 15.513.000). Perhitungan R/C Ratio menunjukkan nilai 3,20 untuk organik dan 2,83 untuk anorganik. Disimpulkan bahwa kedua sistem usahatani layak secara ekonomi (R/C > 1). Namun, usahatani padi dengan sistem organik terbukti lebih efisien dan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi. Meskipun demikian, kesadaran petani untuk beralih ke organik masih rendah, sehingga diperlukan pembinaan terstruktur, edukasi, dan dukungan insentif dari pemerintah

